BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Wednesday, March 21, 2012

whoah 1


Kisah ini dimulai ketika di twitter mulai banyak yang minta A Day To Remember untuk dateng ke indonesia. Aku sih cuma sekali-dua kali ngetweet #indonesiawantsadtr karena aku pikir, kayaknya kalo mereka ke indo, nggak mungkin juga mereka dateng ke jogja.
Tapi waktu itu (sampe sekarang masih sih sebenernya) aku cinta mati sama ADTR. I mean, tiap hari aku dengerin + nyanyi lagu-lagu mereka. Kalo lagi online di youtube, pasti cari video tentang mereka.
Dan semakin hari, semakin banyak yang ngetweet #indonesiawantsadtr. Dan itu bikin aku mikir, kalo banyak gini, pasti kemungkinan besar bakal ke sini. Nha, mulai saat itu, aku mulai buat rencana kalo ADTR beneran konser di sini.
Dan rencana awal seperti ini:

Tiketnya titip Bagus (temen twitter yang suka ADTR dan tinggal di jogja juga).
Nginep di hotel murahan atau di tempat sodara.
Urusan transport, bisa pake kereta, atau pesawat yang murah.

Beberapa minggu kemudian, Bagus bilang kalo ADTR udah fix mau ke indo tanggal 9 maret, dan mereka ke sini sama Underoath. Panik, girang, kaget, takut campur jadi satu waktu aku baca tweetnya.
Karena rencana awal aku mau titip tiket ke dia, ya langsung aku tanya aja kalau dia mau nonton apa enggak. Dan jawabannya..

"Dengan sangat menyesal, aku nggak bisa dateng ke konser mereka. Aku udah sibuk ngurusin ujian tanggal segitu."

Well, that's not exactly what he said. Tapi kurang lebih seperti itu. Yep, dia kelas 9. Mampus lah aku.. Mau beli tiket lewat siapa?!
Untungnya waktu aku tanya @revisionlive kalo mereka bakal jual tiket ADTR + UO online, mereka jawab "iya". Lega...
Waktu itu emang ADTR + UO udah fix mau ke sini, tapi belum diumumin harga tiket + tiket box + venue-nya di mana. Jadi aku masih punya waktu untuk nyusun rencana lagi.

Kebetulan You Me At Six mau konser ke indo juga. Damn! Aku sempet bingung harus milih yg mana.. Tapi untungnya YMAS ke jogja dan harga tiketnya murah banget. It's not a problem then.
Nha, pas aku transfer uang untuk tiket YMAS, ibuku bilang, "Berarti kamu nggak jadi nonton yang di jakarta itu ya? Kan udah nonton yang ini."
Iseng aja aku jawab, "Ya pengennya sih tetep nonton. Yang di jakarta itu kan dream concert, bu."
Ibuku bilang lagi, "Dream concert piye to?"
"Ya.. Konser impian. Aku suka banget sama bandnya. Ayolah, bu.. Itung-itung kado buat ulang tahun."
Ibu nggak bilang apa-apa setelah itu. Tapi kok beberapa hari setelah itu bapak tanya mau apa buat ulang taunku. Ya aku jawab aja soal konser itu. Sejak saat itu pula aku rajin ngetweet soal konser ADTR sama Underoath. Btw, bapakku follow twitterku, jadi dia bisa baca apa yang aku tulis di twitter.

Beberapa waktu setelah itu, revision ngumumin ticket box-nya. Dan ternyata mereka jual tiket di stracross jogja! Setelah tau tentang itu, aku bilang sama ibuku kalo aku mau beli tiketnya di tempat x pada hari y. Awalnya aku dibolehin nonton kalau aku ada temen. Sempet dapet 1 temen dari jogja, tapi dia nggak jadi nonton.
Tapi di hari aku mau beli tiket aku bilang sama ibuku, "Bu, ntar ke ATM dulu ya. Uangku yang di dompet enggak sampai 300."
Dan dia merespon dengan..., "Lho, katanya kado, kok pake uang sendiri?"
"Hah? Emang boleh?"
"Ya boleh, lah."
Asik! :) this will be the best birthday gift!

Singkat cerita, aku nggak berhasil nemu temen dan aku bingung ke sana mau naik apa. Kalo mau naik pesawat, ya cari yang murah. Air Asia, contohnya. Tapi, kalo mau book a flight itu harus langsung bayar, dan bayarnya pake kartu kredit. Nggak jadi deh.
Naik kereta? Pengen sih.. Tapi takut juga.
Akhirnya bapak mau nemenin aku ke jakarta.
Nggak hanya itu, aku juga bingung ntar nukerin tiket dan lain-lain itu gimana secara aku bener-bener sendiri. Suddenly, two words crossed my mind. Hakuna Matata. Which means No Worries. So.. Hakuna Matata aja lah, Kar!

Kayaknya lebih enak kalo aku langsung cerita pas aku di Jakarta ya?! Hahah, okay, here we go.

Sampe di Jakarta tanggal 8 Maret. Hari itu cuma jalan-jalan sama Rudy dan nonton teater koma enggak sampai selesai gara-gara bapak udah ngantuk. Padahal dia yang pengen nonton teaternya.

Jakarta, March 9
Pagi ini masih di rumahnya Bu Oni. Siang nanti baru pindah ke Fx. Awalnya mau nginep di hotel sebelah Fx, tapi udah full. Yah, yang penting deket venue.
Tengah hari, kami baru check in. Waktu itu aku sama bapakku belum tau Plaza Selatan Senayan persisnya di mana. Jadi Bapak tanya siapa aja tentang PSS, termasuk sang receptionist.
Bapak: "Mas, kalau Plaza Selatan Senayan itu di sebelah mana ya?"
Recept.: "Plaza.. Selatan Senayan? Wah, nggak tau, Pak. Saya aja baru denger ini. Ada apa memangnya?"
Bapak: "Ini lho.. Anak saya nanti malam mau ke konser. Nha, tempat konsernya itu di Plaza Selatan Senayan."
Recept.: "Konser apa, Pak?"
Bapak: "Konser... Apa, mBak?"
Aku: "Adalah pokoknya.. Kalo aku nyebutin namanya paling juga nggak tau."
Recept.: "Band luar negri ya?"
Aku: "Iya."
Recept.: "Oh, tadi malem soalnya ada band luar negri yang check in di sini."
Aku: "Ha?? Nama bandnya apa?? Berapa band??"
Recept.: "Wah, nggak tau saya. Banyak pokoknya, sama crew-nya juga."
Bapak: "Nah mungkin itu bandnya. Ada konser lain po?"
Aku: "Seingetku sih cuma ADTR sama Underoath itu."
Recept.: "Ya mungkin itu mBak."

Sebenernya aku juga nggak begitu peduli soal itu. Toh aku bukan stalker. Aku respect sang artist because I know that they need a time to take some rest.

Siangnya, bapak ada rapat di PIM. Jadi aku jalan sama Rudy. Awalnya mau kluar dari PIM, tapi hujan. Jadi ya muter-muter nggak jelas di PIM. Untung PIM gede, coba kalo cuma seukuran mall Malioboro, udah disangka anak ilang tuh.

Penukaran tiket mulai dari jam 6. Aku pikir, kalo dateng jam setengah 7 kayaknya masih belum banyak yg dateng. Ternyata salah. Hahah .__. Aku dateng, antriannya udah belasan meter. Oke lah.. Tapi kok beberapa menit setelah itu mulai gerimis.
Fyi, waktu itu aku bawa tas yg isinya dompet, kamera, hape, beberapa buku + alat tulis dan aku pake jaket kain, kaos ADTR + celana jeans. Hape sengaja aku matiin dulu, soalnya batrenya udah hampir setengah.
Dan yang bikin nyesek adalah.. Beberapa menit setelah gerimis, mulai ada angin + petir dan dilanjutkan oleh hujan yang sangat sangat deras. Kampret! Yang cewek-cewek udah mulai neduh segala macem. Ojek payung mulai berdatangan. Yang rombongan bisa patungan untuk nyewa payung. Aku?! Nggak bisa lah.
Karena aku pakenya jaket kain, ya otomatis jaketku itu basah dong. I mean, bener-bener basah, kayak cucian yang baru mau dijemur. Nasib buku-buku saya pun juga jelek ;__; sherlock holmes yg barusan aku beli udah rusak D; dompet + isinya juga basah padahal barang-barang itu ada di dalam tas.
Waktu itu ada segerombolan cewek neduh di satu payung. Kebetulan aku denger apa yang mereka bilang soalnya aku di deket mereka.
Cewek 1: "aduh, tangan gue basah gini. Aduuuh.."
Cewek 2: "heh, itu masih mending! Sepatu gue nih, airnya udah mulai masuk! Bisa dimarain nyokap gue."
Fyi, badan mereka bener-bener kering. Pakaian mereka enggak kena air hujan sama sekali. Rasanya pengen triak ke mereka, "COT!! AKU KI TELES KLEBES KI!!"
Hhhh.. Udah lah, Kar. Sabar aja.
Sempet selama beberapa menit antrian enggak maju-maju padahal hujan tambah deras.
Rasanya nyesek banget. Udah dibela-belain dateng ke jakarta buat nonton, tapi pas mau nuker tiket malah kehujanan. "Something good must happen. MUST happen," aku pikir.
Akhirnya tinggal beberapa meter lagi dari box penukaran tiket. Tapi.. Antrian enggak maju sama sekali!! Honestly, I've given up. I wanted to cry. Aku mau balik ke hotel, enggak jadi nonton, and spend the night with tears.
Aku putuskan untuk menghubungi bapak lewat BBM. Aku cuma bilang, "pak, aku kehujanan."
Setelah itu, bapak telfon.
Bapak: "Halo?"
Aku: "Halo? Bapak ning ndi?"
Orang-orang sekitarku: *ngliatin aku dengan aneh* (mungkin mereka nebak-nebak aku anak kampung mana)
Bapak: "Isih ning hotel. Kowe ning ndi?"
Aku: "Masih di tempat yg sama. Aku kudanan ki."
Bapak: "Trus piye?"
Aku: "Lha.. Mosok meh di-cancel?"
Bapak: "Uhm.. Bapak perlu ke situ nggak?"
Aku: "Perlu."
Telpon ditutup. Oke, bapak pasti baru menuju venue. Dan orang-orang sekitarku masih ngliatin aku dengan aneh. I look at them back, dan mereka cepet-cepet mengalihkan pandangan. Sempet denger bisik-bisik juga. But I didn't give a fuck.

No comments:

Post a Comment